Daring Pembiasaan Anak
PEMBIASAAN ANAK SELAMA PJJ
OLEH : RINA SETYOWATI, S.Pd.I
GURU KELAS 5 SD NEGERI 4
TAMANSATRIYAN
Covid19
atau yang sering kita sebut Corona telah genap satu tahun. Pemerintah Indonesia yang dulu bersuara bahwa virus ini
tak akan masuk ke Indonesia hanyalah hisapan jempol belaka. Berbagai opini
menyatakan bahwa virus ini tidak kuat di suhu tropis Indonesia adalah sebuah
kekeliruan, kita lihat saja sekarang jumlah pasien sudah hampir menemui angka
ratusan ribu. Dampak negatif yang terjadipun sangat signifikan, mulai dari
masalah ekonomi, keluarga, bahkan pendidikan. Terlebih, 1 tahun usia corona di
Indonesia berarti 1 tahun sudah pendidikan di Indonesia mulai vacum. Iya..
kenapa saya katakan vacum? Karena pada dasarnya pandangan masyarakat awam menganggap
bahwa belajar hanya bisa dilakukan di sekolah. Dan pernyataan itu tidak bisa
disalahkan karena beberapa faktor. Sebagai contoh pada pembelajaran jarak jauh
di suatu desa yang terpencil. Susah sinyal, tak ada data, mungkin juga tak
punya handphone dan lainnya. Tidak bisa dipungkiri semua faktor itu sangat
menghambat pembelajaran sistem daring.
Meskipun
demikian masih banyak cara untuk berinteraksi dengan peserta didik. Tujuan
utama pada kurikulum yang lalu adalah siswa bisa menerima seluruh materi yang tertera
pada perangkat pembelajaran yang telah dibuat oleh guru. Namun, karena banyak
faktor yang membatasi interaksi antar guru dan siswa. Di sini saya menekankan
pada pembiasaan karakter anak. Dengan tidak menghilangkan materi yang telah
ada. Bagi saya pembiasaan ini akan berdampak baik bagi anak terutama saat musim
pandemi. Di sekeliling lingkungan yang mayoritas petani, buruh tani, penambang
pasir. Tidak mempunyai waktu cukup banyak untuk melatih anak dalam hal
pembiasaan. Diantaranya, membiasakan beribadah tepat waktu dan selalu membantu
orang tuanya. Mereka bisa lebih mandiri dengan adanya pembiasaan pembiasaan
yang dilakukan setiap harinya.
Pada
gambar di bawah ini adalah contoh pembiasaan ananda Soleha di rumah.
|
|
|
|





